Translate

Selasa, 08 April 2014

CATATAN PENTING tentang Ide KEBEBASAN BERPERILAKU dalam DEMOKRASI

1. Sungguh ide kebebasan berperilaku telah memerosotkan martabat masyarakat yang mempraktekkan demokrasi sampai pada derajat binatang yang sangat rendah. Ide semacam ini juga telah menyeret mereka untuk mengambil gaya hidup serba boleh (permissiveness), yang bahkan tidak dijumpai dalam pergaulan antar binatang. Mahabenar Allah yg berfirman: "Sudahkah engkau(Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya ? Ataukah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami ? Mereka itu hanyalah seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat jalannya (TQS Al-Furqan: 43-44)".

2. Dalam masyarakat penganut demokrasi, hubungan seksual tanpa perkawinan menjadi aktivitas yag sah-sah saja --seperti halnya minum air-- karena telah disahkan oleh undang-undang yang ditetapkan oleh parlemen di negaranya.


3. Undang-undang yang ada ternyata tidak sekedar membenarkan hubungan seksual dengan lawan jenis, tetapi juga telah membolehkan hubungan seksual sesama jenis. Bahkan, beberapa negara penganut demokrasi telah mengesahkan perkawinan antara dua orang yg memiliki kelainan seksual.

4. Oleh karena itu di antara fenomena yang dianggap wajar dan biasa dalam masyarakat demokrasi ialah ketika Anda menyaksikan --di jalan-jalan, taman-taman, bus-bus, dll-- para pemuda dan pemudi saling berciuman, berangkulan, berpelukan, dll. Semua ini mereka lakukan tanpa rasa sungkan dan risih sedikitpun.

5. Perilaku serba boleh gaya binatang inilah yg telah menyebarluaskan berbagai penyakit kelamin --yg paling mematikan AIDS-- dan juga menghasilkan banyak anak yang lahir diluar nikah.

6. Dalam masyarakat demokrasi, institusi keluarga benar-benar telah hancur berantakan; tidak ada lagi rasa kasih sayang di antara bapak, anak, ibu, saudara lelaki dan saudara perempuan. Oleh karena itu merupakan pemandangan biasa jika banyak pria dan wanita tua bangka berjalan-jalan di taman hanya bertemankan anjing-anjing. Hewan inilah yang menemani kaum lanjut usia di rumah, di meja makan dan bahkan di tempat tidur mereka. (Disarikan dari buku Ad-Dimukratiyah Nizham al-Kufr, Karya Abdul Qadim Zallum, Hal 26-30, Ina)

Oleh sebab itu mengapa memilih jalan demokrasi yang dengan kasat mata penyebab KERUSAKAN ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar