Assalamu'allaikum..
mengenalmu mungkin sebuah anugrah yang terindah dari Allah SWT
kehadiranmu memberikan anugrah positif untukku..
tak lelahnya dirimu untuk mengingatkanku agar aku bisa menjadi yang lebih baik..
mungkin dulu namamu tidaklah hanya sebagai teman biasa, namun kini namamu berada pada tempat yang paling istimewa di hati ini ..
karna dirimu bagai sesosok cahaya yang paling terang dikegelapan..
ukhti..
hahaha pesan itu dulu banget mau di ekspose tp masih malu , sekarang kita udah punya pasangan halal masing masing
semoga sampean menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, menjadih istri solehah, tetep tutup aurat. salam buat keluarga
secuil nasi kehidupan
Translate
Senin, 11 Maret 2019
Selasa, 05 Mei 2015
Mencari Nilai Ibadah Dalam Bekerja
Islam mencintai seorang muslim yang
giat bekerja, mandiri, apalagi rajin memberi. Sebaliknya, Islam membenci
manusia yang pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman:
فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ
“Maka carilah
rizki disisi Allah..” (QS. Al ‘Ankabut
[29]: 17)
Rabu, 04 Maret 2015
Saat Ajal yang Pasti Itu Tiba
Hidup adalah rangkaian waktu. Waktu demi waktu terangkai menjadi satu, diberikan kepada setiap manusia sebagai ajal. Iya, itulah tenggat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita. Karena itu, setiap umat, kaum dan manusia mempunyai ajal, tenggat waktu. Ketika tenggat waktu yang diberikan telah berakhir, maka tak satupun yang bisa meminta ditangguhkan. Begitu juga ketika tenggat waktu itu belum tiba, maka ia pun tak bisa diajukan, meski hanya sesaat. Itulah ajal manusia.
Pernahkah kita merasa lelah?
Lelah ? Tentu semua manusia pernah mengalaminya, lalu apakah kita tau kalo lelah itu ternyata 'nikmat' ?
Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana?
Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Sabtu, 20 Desember 2014
Jika “cinta dalam diam” itu Mulia
Jika “cinta dalam diam” itu mulia,
Maka bukan dalam diamnya Ia mendamba,
Bukan dalam kesendiriannya Ia curahkan rasa,
Bukan dalam senyapnya nama itu disebut dalam tiap bisikan do’a - sesering mendo'akan kedua orang tua - bahkan lebih dari itu
Maka bukan dalam diamnya Ia mendamba,
Bukan dalam kesendiriannya Ia curahkan rasa,
Bukan dalam senyapnya nama itu disebut dalam tiap bisikan do’a - sesering mendo'akan kedua orang tua - bahkan lebih dari itu
Langganan:
Postingan (Atom)




